Psikologi Perkembangan

Psikologi Kepribadian

Psikologi Pendidikan

Recent Posts

Pengertian dan Teori MOTIVASI KERJA Menurut Para Ahli

Pengertian dan Teori MOTIVASI KERJA Menurut Para Ahli - Materi ini akan membahas tentang pengertian motivasi kerja, teori motivasi kerja, peningkatan motivasi kerja, isu-isu dan tantangan di masa mendatang. Melalui artikel ini diharapkan mampu memahami pengertian motivasi kerja, teori motivasi kerja, peningkatan motivasi kerja, isu-isu dan tantangan di masa mendatang.

Pengertian Motivasi Kerja

Teori-teori motivasi menjelaskan mengapa orang terdorong untuk bekerja keras. Kebanyakan teori motivasi memfokuskan perhatian pada kinerja, karena kinerja merupakan variabel penting dan merupakan pusat perhatian dalam studi Psikologi Industri dan Organisasi (PIO).

Sasaran Studi :
  • Mendefinisikan motivasi 
  • Menjelaskan berbagai teori motivasi kerja. 
  • Menjelaskan bagaimana setiap teori motivasi kerja menerangkan perilaku kerja. 
  • Membandingkan berbagai teori motivasi kerja. 

Pengertian dan Teori MOTIVASI KERJA Menurut Para Ahli_

Definisi Motivasi

Motivasi adalah suatu keadaan dalam diri (internal state) yang mendorong seseorang untuk berperilaku tertentu. Suatu proses dimana kebutuhan - kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya tujuan tertentu. Contoh: pergi berbelanja untuk membeli sesuatu, mengunjungi teman untuk berdiskusi.

Pengertian dan Konsep Dasar Statistika untuk Psikometri

Pengertian dan Konsep Dasar Statistika untuk PsikometriArtikel ini akan membahas mengenai skala pengukuran, tendensi sentral , distribusi normal. Melalui artikel ini diharapkan mampu memahami konsep-konsep dasar statistika seperti skala pengukuran, tendensi sentral, dan distribusi normal dalam psikometri.

Skala Pengukuran

Mengapa Statistika Diperlukan dalam Psikometri?
  • Hasil pengukuran psikologis umumnya dalam angka → statistika diperlukan untuk menjelaskan, melakukan perbandingan, dan membuat kesimpulan dari hasil pengukuran tersebut
  • Statistika merupakan alat untuk mengorganisasikan data menjadi informasi yang memiliki makna
  • Statistika digunakan untuk membangun, menguji, menganalisa, merevisi instrumen pengukuran (alat tes) psikologis
Pengertian dan Konsep Dasar Statistika untuk Psikometri_
image source: consciouslifenews.com
baca juga: Pengertian Psikometri dan Sejarah Perkembangan Psikometri

Pengukuran
  • Penelitian → proses sistematis yang meliputi analisis, kategorisasi, dan kuantifikasi fenomena yang dapat diamati 
  • Penelitian Psikologis melibatkan Pengukuran 
  • Pengukuran (Measurement) melibatkan penggunaan alat serta aturan tertentu yang dapat digunakan untuk mengamati obyek astau peristiwa tertentu (Stevens, 1946).
→ Statistika diperlukan dalam penelitian, terutama dalam proses pengukuran

Pengertian Psikometri dan Sejarah Perkembangan Psikometri

Pengertian Psikometri dan Sejarah Perkembangan Psikometri - Artikel ini akan membahas mengenai pengertian psikometri dan pengukuran psikologis, sejarah perkembangan psikometri dan pengukuran psikologis, proses pengukuran psikologis, instrumen pengukuran psikologis, aturan, etika, dan bias pada pengukuran psikologi. Melalui artikel ini diharapkan dapat memahami pengertian dan sejarah perkembangan psikometri dan pengukuran psikologis, memahami proses dan instrument pengukuran psikologis, dan memahami administrasi dan etika pengukuran (tes).

Pengertian Psikometri dan Pengukuran Psikologis

Mengapa Psikometri?
  • Pengukuran psikologis merupakan prosedur sistematis
  • Pengukuran psikologis merupakan ‘sampel perilaku’
  • Berkaitan dengan keperluan ‘empiris’ sampai ‘praktis’ yang dapat menjelaskan aspek kognitif, afektif, maupun hubungan interpersonal
  • Hasil pengukuran psikologis akan dievaluasi dan dinilai
  • Evaluasi hasil pengukuran psikologis umumnya memerlukan standar berdasarkan data-data empiris yang sudah ada

Pengertian Psikometri dan Sejarah Perkembangan Psikometri_
image source: clarericcio.com

Sejarah Perkembangan Psikometri dan Pengukuran Psikologis

Sebelum Abad ke-20
  • Jaman kerajaan Cina (Dinasti Han dan Dinasti Ming) à tes oral dan tertulis untuk evaluasi dan promosi kerja
  • Charles Darwin dan individual differences
    - dipengaruhi faktor hereditas dan lingkungan
    - mendorong studi-studi psikologi dengan eksperimen mengunakan ‘alat tes’ modern seperti Francis Galton (klasifikasi manusia berdasarkan ‘natural gifts’) serta Wilheim Max Wundt (formulasi keahlian manusia)
    - murid-murid Wundt yang terkenal dengan alat tesnya: Charles Spearman, Victor Henri, Emil Kraepelin, E. B. Titchener