Archive for the 'Psikologi Komunikasi' Category

Telinga Kanan Lebih Mudah Menerima Ucapan Maaf

img
(Foto: dailymail) Valencia, Pernahkah Anda kesulitan meminta maaf pada seseorang? Mungkin ada yang salah dengan cara Anda meminta maaf. Menurut peneliti, agar kata maaf lebih diterima oleh seseorang, ucapkanlah ke telinga kanannya.

Peneliti dari the University of Valencia, seperti dilansir Telegraph, Kamis (4/2/2010) mengatakan bahwa ketika sedang marah, telinga kanan akan lebih responsif terhadap suara atau bunyi-bunyian daripada telinga kiri.

Continue reading ‘Telinga Kanan Lebih Mudah Menerima Ucapan Maaf’

Nonton TV Sebabkan Serangan Jantung dan Kanker

Para penikmat televisi dan orang-orang yang terlalu banyak duduk, beresiko tinggi terkena serangan jantung dan kanker

Jika setiap hari menonton televisi, maka resiko kematian akibat terkena serangan jantung meningkat 1/5 kali. Begitu pula dengan aktivitas sendiri, seperti mengemudi dan duduk di depan komputer, beresiko besar terkena penyakit serius, demikian kesimpulan para peneliti Australia.

Continue reading ‘Nonton TV Sebabkan Serangan Jantung dan Kanker’

Penelitian Perilkau nonton TV: Keseringan Nonton TV Bisa Picu Stres

Anda ingin hidup jauh dari stress? hindarilah  terlalu sering nongkrong di depan televisi berlama-lama. Demikian hasil riset tim peneliti AS

Ingin menghindari depresi terutama di kalangan muda? JanganTv terlampau sering nongkrong di depan televisi alias nonton program-program TV. Riset di AS menunjukkan anak remaja atau ABG yang terlampau sering nonton tayangan TV sampai berjam-jam, kemungkinan menghadapi risiko lebih tinggi kena depresi seperti orang dewasa.

Sejumlah remaja yang dilibatkan dalam riset ini menghadapi keganjilan lebih banyak seperti depresi pada tujuh tahun kemudian. Risiko ini meningkat setiap jam menonton televisi dalam satu hari. Lebih dari 4.000 remaja berpartisipasi dalam riset tersebut. Bukti sama didapatkan untuk media elektronik lainnya.

Continue reading ‘Penelitian Perilkau nonton TV: Keseringan Nonton TV Bisa Picu Stres’