Archive for the 'Psikologi Anak' Category

Cinta Ibu Menentukan Watak Anak

shutterstock Ilustrasi

Kompas.com - Di usia balita, bukan hanya kebutuhan gizi saja yang wajib menjadi perhatian para orangtua. Inilah saat yang paling tepat menanamkan rasa cinta dan kasih sayang karena dampaknya akan terus terbawa hingga dewasa.

Meski bayi belum dapat membalas ucapan ayah ibunya, ia dapat menangkap rasa cinta yang disampaikan melalui tatapan, usapan, dan pelukan. Dan, ekspresi cinta yang ditangkapnya akan menjadi modal baginya untuk mengembangkan kekuatan emosional yang kelak membantunya mengatasi stres.

Continue reading ‘Cinta Ibu Menentukan Watak Anak’

Mengapa Kita Tak Ingat Saat Dilahirkan?

shut

Kompas.com - Otak manusia memiliki kapasitas memori ribuan kali lebih tinggi dari komputer paling canggih yang ada saat ini. Massa abu-abu (gray matter) merupakan alat penyimpanan yang sangat bisa diandalakan. Namun, mengapa kita tidak bisa mengingat masa balita atau saat pertama kita lahir ke dunia?

Jangankan saat dilahirkan, otak kita juga tak bisa mengingat masa-masa ketika kita masih bayi atau balita. Ternyata sekeras apa pun kita berusaha, ingatan kita hanya bisa kembali sampai saat kita berusia 4-5 tahun.

Continue reading ‘Mengapa Kita Tak Ingat Saat Dilahirkan?’

Anak Harus Paham, Ada Agama Selain Islam

Jika anak tak memahami proses terjadinya penyimpangan agama-agama di dunia, mereka akanmengalami kebingungan, mengapa hanya Islam diridhai Allah

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

www.hidayatullah.com--Ada seorang kepala sekolah, kepada murid-muridnya selalu menunjukkan bahwa di dunia ini hanya ada satu agama. Hal yang sama juga dilakukan kepada anaknya sendiri. Setiap kali ada hari libur keagamaan non-Islam, sekolah tetap masuk dan guru tidak boleh menginformasikan yang sesungguhnya. Guru hanya boleh menginformasikan kepada murid dengan satu ungkapan: “hari libur nasional”. Apa pun liburnya! Sungguh, sebuah usaha yang serius!

Hasilnya, anak-anak tidak mengenal perbedaan semenjak awal. Dan inilah awal persoalan itu. Suatu ketika anaknya bertemu dengan anak rekannya yang non- Muslim. Begitu tahu anak itu bukan Muslim, anaknya segera bertindak agresif. Anaknya menyerang dengan kata-kata yang tidak patut sehingga anak rekannya menangis. Peristiwa ini menyebabkan ia merasa risau, apa betul sikap anaknya yang seperti itu.

Continue reading ‘Anak Harus Paham, Ada Agama Selain Islam’

Anak Korban Sodomi Mudah Terangsang

JAKARTA, Anak-anak yang menjadi korban perilaku seks menyimpang seperti sodomi cenderung menjadi mudah terangsang.  Fenomena ini secara psikologis biasa disebut mengalami sexualization of behavior.

Anak-anak yang menjadi korban akibat terpapar pada seks usia dini kerap mengalami trauma yang wujudnya tidak selalu berbentuk perilaku dan emosi depresif atau agresif.

“Terpapar pada aksi seksual pada usia dini dapat mengakibatkan anak mengalami sexualization of behavior. Konkretnya, anak kemudian dapat dengan mudah mengasosiasikan berbagai objek dengan sensasi keterangsangan seksual,”

Continue reading ‘Anak Korban Sodomi Mudah Terangsang’

Nonton TV Sebabkan Serangan Jantung dan Kanker

Para penikmat televisi dan orang-orang yang terlalu banyak duduk, beresiko tinggi terkena serangan jantung dan kanker

Jika setiap hari menonton televisi, maka resiko kematian akibat terkena serangan jantung meningkat 1/5 kali. Begitu pula dengan aktivitas sendiri, seperti mengemudi dan duduk di depan komputer, beresiko besar terkena penyakit serius, demikian kesimpulan para peneliti Australia.

Continue reading ‘Nonton TV Sebabkan Serangan Jantung dan Kanker’

Seks Online Makin Akrab dengan Anak-anak


ilustrasi (ist) Salah satu sisi kelam dunia internet, yakni hal-hal berbau cabul nampaknya makin akrab dengan anak-anak di sepanjang tahun 2009 ini.

Ini terlihat dari hasil penelitian vendor keamanan Symantec, yang mengungkap 100 topik pencarian paling populer tahun ini di kalangan anak-anak anak usia 13-18 tahun.

Continue reading ‘Seks Online Makin Akrab dengan Anak-anak’

Fenomena “Sexting”

Akhir-akhir ini banyak aksi bunuh diri di Mall dan tempat keramaian. Ada pula kasus bunuh diri karena raa malau yang tak tertahankan, seperti hilangnaya harga diri dan martabat karena kehidupan sexnya diumbar oleh orang lain melalui media internet, handphone dan multimedialainnya, proses penyebaran sex ini disebut dengan sexting. Sexting telah memkan korban, mungkin banyak yang tidak terlaporkan. Sexting dapat membawa dampak rasa malu yang tak tertahankan dan akhirnya bisa bunuh diri. Kasus lain mungkin cukup dengan keluar dari sekolah, pindah rumah, atau mealrikan diri dari kehidupan sosial dan mengganti idnetitas.

Foto Topless Disebar via Ponsel, ABG Bunuh Diri

Continue reading ‘Fenomena “Sexting”’

Bocah Lelaki yang Tak Boleh Lecet Sedikit Pun

img
(Foto: dailymail)Cambridge, Max Braybrook bocah berusia 16 bulan dijaga bak kristal yang tak boleh sedikitpun tergores oleh orangtuanya. Memar, lecet atau benjol sedikit saja nyawa bocah penderita Wiskott Aldrich Syndrome bisa melayang.

Max Braybrook menderita suatu penyakit yang jarang ditemukan. Dirinya tidak boleh terjatuh atau terbentur sesuatu, karena benjolan sedikit saja bisa membunuhnya. Selain itu, penyakit ini bisa memicu Max mengalami stroke, kanker atau pendarahan akibat benjolan tersebut.

Continue reading ‘Bocah Lelaki yang Tak Boleh Lecet Sedikit Pun’

Otak Anak Berbakat Beda Ukuran

 VOLUME OTAK: Otak anak berbakat memiliki volume sel glia lebih banyak, namun hanya 5 persen yang digunakan. Rangsang anak untuk perkembangan bakat maksimal

 

Continue reading ‘Otak Anak Berbakat Beda Ukuran’

Software Pembantu Anak yang Lumpuh Otak

Ahli komputer dari Universities of Aberdeen and Dundee, and Capability Scotland telah berhasil membuat sebuah sistem yang berguna untuk anak-anak yang menderita lumpuh otak dan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.

Continue reading ‘Software Pembantu Anak yang Lumpuh Otak’