Archive for the 'Psikologi Nilai' Category

Riset: Skeptis Perusahaan Terhadap Karyawati Berjilbab

Para juragan di Swedia skeptis tentang mempekerjakan para wanita yang menggunakan jilbab, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh stasiun radio Swedia Nyheter P3.

Dua gadis pencari kerja “fiksi” menggunakan nama Emma Svensson dan Evin Ziadi, keduanya mengajukan lamaran yang sama kepada 200 majikan berbeda di Swedia. Riwayat hidup kedua gadis itupun serupa.

Continue reading ‘Riset: Skeptis Perusahaan Terhadap Karyawati Berjilbab’

Hebat atau Fiktif? 70 tahun berpuasa

Seorang Pria Tidak Makan dan Minum 70 Tahun


New Delhi: Seorang pria India yang sudah berusia 82 tahun mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun. kemampuan Prahlad Jani bertahan tanpa makanan dan minuman menarik perhatian Militer India untuk menelitinya.

Kini Prahlad Jani berada di ruang isolasi sebuah Rumah Sakit di Ahmedabad, Gurjarat dan diawasi ketat oleh tim dokter. Jani sudah berada di rumah sakit itu selama 6 hari tanpa makan dan minum, dan dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda Jani mengalami kelaparan dan dehidrasi.

Continue reading ‘Hebat atau Fiktif? 70 tahun berpuasa’

Facebook Haram?

Mantan Ketua komite fatwa Al-Azhar, Syaikh Abdul Hamid Al-Atrash, pada hari rabu kemarin (3/2) mengeluarkan pernyataan yang mengharamkan situs jejaring sosial terkenal Facebook, setelah meningkatnya angka perceraian dan semakin tersebarnya perzinahan yang merupakan efek dari situs tersebut.

Syaikh Al-Atrash menekankan bahwa masuk dan bergabung dalam situs jejaring sosial Facebook sangat berbahaya untuk masyarakat umum, khususnya warga Arab dan negara-negara Islam yang memiliki tingkat spesifitas tinggi.

Continue reading ‘Facebook Haram?’

Penulis Prancis Kritik: Seniman Indonesia Budak Pasar

Di Eropa, seni komtemporer menghadirkan seni rupa lokal dalam konteks kekinian.Tapi, yang terjadi di Indonesia justru mengkonstruksi diri dengan ikon kapitalis, ujar seniman Prancis

Penulis asal Prancis, Jean Couteau mengkritik sudut pandang seniman Indonesia yang melihat dunia dari Kacamata Barat. “Seni rupa kontemporer khas China dan India begitu diapresiasi. Identitas lokal tumbuh di lahan global, namun apa yang terjadi di Indonesia justru sebaliknya,” katanya di Surabaya, Sabtu.

Continue reading ‘Penulis Prancis Kritik: Seniman Indonesia Budak Pasar’

Ibn Maskawiah, Bapak Etika Islam

Guru ketiga setelah al-Farabi. Gelar itu ditabalkan kepada Ibnu Miskawaih, seorang ilmuwan agung kelahirkan Ray, Persia (sekarang Iran) sekitar tahun 320 H/932 M. Ia merupakan seorang ilmuwan hebat, bahkan ia juga dikenal sebagai seorang filsuf, penyair, dan sejarawan yang sangat terkenal.

Ia terlahir pada era kejayaan Kekhalifahan Abbasiyyah. Ibnu Maskawaih adalah seorang keturunan Persia, yang konon dulunya keluarganya dan dia beragama Majuzi dan pindah ke dalam Islam. Ibnu Maskawaih berbeda dengan al-Kindi dan al-Farabi yang lebih menekankan pada aspek metafisik, ibnu Maskawaih lebih pada tataran filsafat etika seperti al-Ghazali.

Continue reading ‘Ibn Maskawiah, Bapak Etika Islam’

Shalat Membantu Penderita Disfungsi Ereksi

Satu lagi hasil penelitian menegaskan bahwa syariat Islam benar-benar yang terbaik bagi kehidupan manusia, termasuk bagi mereka penderita gangguan kesehatan

Kewajipan shalat lima kali sehari semalam ke atas semua umat Islam bermula sejak Rasulullah diangkat ke langit saat peristiwa Isra’ dan Mi’raj.

Continue reading ‘Shalat Membantu Penderita Disfungsi Ereksi’

Seks Online Makin Akrab dengan Anak-anak


ilustrasi (ist) Salah satu sisi kelam dunia internet, yakni hal-hal berbau cabul nampaknya makin akrab dengan anak-anak di sepanjang tahun 2009 ini.

Ini terlihat dari hasil penelitian vendor keamanan Symantec, yang mengungkap 100 topik pencarian paling populer tahun ini di kalangan anak-anak anak usia 13-18 tahun.

Continue reading ‘Seks Online Makin Akrab dengan Anak-anak’

Fenomena “Sexting”

Akhir-akhir ini banyak aksi bunuh diri di Mall dan tempat keramaian. Ada pula kasus bunuh diri karena raa malau yang tak tertahankan, seperti hilangnaya harga diri dan martabat karena kehidupan sexnya diumbar oleh orang lain melalui media internet, handphone dan multimedialainnya, proses penyebaran sex ini disebut dengan sexting. Sexting telah memkan korban, mungkin banyak yang tidak terlaporkan. Sexting dapat membawa dampak rasa malu yang tak tertahankan dan akhirnya bisa bunuh diri. Kasus lain mungkin cukup dengan keluar dari sekolah, pindah rumah, atau mealrikan diri dari kehidupan sosial dan mengganti idnetitas.

Foto Topless Disebar via Ponsel, ABG Bunuh Diri

Continue reading ‘Fenomena “Sexting”’

Remaja Barat Bingung Jenis Kelaminnya Sendiri

Kebebasan yang didengungkan masyarakat Barat memang kelewat batas. Beberapa tahun belakangan semakin banyak anak-anak yang dibiarkan tidak memahami eksistensi dan jatidirinya dengan baik, hingga akhirnya banyak muncul kasus operasi ganti kelamin di kalangan anak-anak remaja. Alasan yang biasa dikemukakan adalah karena mereka mengalami gender dysphoria, keadaan di mana seseorang merasa terperangkap pada tubuh dengan jenis kelamin yang salah.

Padahal jika diperhatikan lebih cermat, masalah itu adalah karena kebiasaan sejak kecil. Anak-anak itu dibiarkan tumbuh tanpa bimbingan yang baik untuk mengenal siapa dirinya. Orangtua hanya “pasrah” menuruti kebiasaan yang ditunjukkan oleh anak mereka, hingga akhirnya terbawa hingga dewasa.

Continue reading ‘Remaja Barat Bingung Jenis Kelaminnya Sendiri’

Ilmuwan “Tehbotol” Inggris menganjurkan Seks Bebas

Kembali…ilmuwan tidak berbarti memberi solusi bagi peradaban manusia. Tetapi justru merusak. Demikian perilaku ilmuwan sekular, atheistik asal Inggris. Mereka tidak lebih sebagai ilmuwan “tehbotol” (tehnokrat bodoh dan tolol), sekaligus “tehkotak” (tehmokrat kontra akal)

Salah satu karya ilmiah mereka adalah seperti yang mereka muat dalam selebaran yang diberi judul “Pleasure” atau kesenangan, National Health Service (NHS) kota Sheffield, menginformasikan bahwa para pelajar remaja memiliki “hak” untuk menikmati kehidupan seks yang menyenangkan. Selebaran yang dibagikan di banyak kota itu juga menyatakan bahwa hubungan intim yang teratur baik bagi kesehatan jantung.

Continue reading ‘Ilmuwan “Tehbotol” Inggris menganjurkan Seks Bebas’