Archive for the 'Psikologi Spiritual' Category

Mengapa Kita Tak Ingat Saat Dilahirkan?

shut

Kompas.com - Otak manusia memiliki kapasitas memori ribuan kali lebih tinggi dari komputer paling canggih yang ada saat ini. Massa abu-abu (gray matter) merupakan alat penyimpanan yang sangat bisa diandalakan. Namun, mengapa kita tidak bisa mengingat masa balita atau saat pertama kita lahir ke dunia?

Jangankan saat dilahirkan, otak kita juga tak bisa mengingat masa-masa ketika kita masih bayi atau balita. Ternyata sekeras apa pun kita berusaha, ingatan kita hanya bisa kembali sampai saat kita berusia 4-5 tahun.

Continue reading ‘Mengapa Kita Tak Ingat Saat Dilahirkan?’

Hebat atau Fiktif? 70 tahun berpuasa

Seorang Pria Tidak Makan dan Minum 70 Tahun


New Delhi: Seorang pria India yang sudah berusia 82 tahun mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun. kemampuan Prahlad Jani bertahan tanpa makanan dan minuman menarik perhatian Militer India untuk menelitinya.

Kini Prahlad Jani berada di ruang isolasi sebuah Rumah Sakit di Ahmedabad, Gurjarat dan diawasi ketat oleh tim dokter. Jani sudah berada di rumah sakit itu selama 6 hari tanpa makan dan minum, dan dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda Jani mengalami kelaparan dan dehidrasi.

Continue reading ‘Hebat atau Fiktif? 70 tahun berpuasa’

Anak Harus Paham, Ada Agama Selain Islam

Jika anak tak memahami proses terjadinya penyimpangan agama-agama di dunia, mereka akanmengalami kebingungan, mengapa hanya Islam diridhai Allah

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

www.hidayatullah.com--Ada seorang kepala sekolah, kepada murid-muridnya selalu menunjukkan bahwa di dunia ini hanya ada satu agama. Hal yang sama juga dilakukan kepada anaknya sendiri. Setiap kali ada hari libur keagamaan non-Islam, sekolah tetap masuk dan guru tidak boleh menginformasikan yang sesungguhnya. Guru hanya boleh menginformasikan kepada murid dengan satu ungkapan: “hari libur nasional”. Apa pun liburnya! Sungguh, sebuah usaha yang serius!

Hasilnya, anak-anak tidak mengenal perbedaan semenjak awal. Dan inilah awal persoalan itu. Suatu ketika anaknya bertemu dengan anak rekannya yang non- Muslim. Begitu tahu anak itu bukan Muslim, anaknya segera bertindak agresif. Anaknya menyerang dengan kata-kata yang tidak patut sehingga anak rekannya menangis. Peristiwa ini menyebabkan ia merasa risau, apa betul sikap anaknya yang seperti itu.

Continue reading ‘Anak Harus Paham, Ada Agama Selain Islam’

Shalat Membantu Penderita Disfungsi Ereksi

Satu lagi hasil penelitian menegaskan bahwa syariat Islam benar-benar yang terbaik bagi kehidupan manusia, termasuk bagi mereka penderita gangguan kesehatan

Kewajipan shalat lima kali sehari semalam ke atas semua umat Islam bermula sejak Rasulullah diangkat ke langit saat peristiwa Isra’ dan Mi’raj.

Continue reading ‘Shalat Membantu Penderita Disfungsi Ereksi’

Seks Online Makin Akrab dengan Anak-anak


ilustrasi (ist) Salah satu sisi kelam dunia internet, yakni hal-hal berbau cabul nampaknya makin akrab dengan anak-anak di sepanjang tahun 2009 ini.

Ini terlihat dari hasil penelitian vendor keamanan Symantec, yang mengungkap 100 topik pencarian paling populer tahun ini di kalangan anak-anak anak usia 13-18 tahun.

Continue reading ‘Seks Online Makin Akrab dengan Anak-anak’

Tafsir “kebetulan” tentang Bencana Padang

Mungkin, ada saja yang menafsirkan berbagai kejadian, sesuai dengan perspektif melihatnya. Ilmuwan materialisw selalu mengatakan bahwa bencana Padang akibat pergerakan tumbukan lempeng bumi. “dan nyanyian itu selalu diulang-ulang oleh media massa. Padahal kenapa lempeng itu bergerak, kenapa tumbukan terjadi di Padang, apakah ia bergerak hanya sebuah mekanisme “semata” fisika? Tidaklah pantas seorang muslim hanya memandang dari segi sains yang berbabis materislistik……lalu melupakan siapa yang menggerakan lempeng-lempeng bum i tersebut?
Berikut refleksi dari salah satu tulisan sebagaimana dilansir situs muslim daily yang patut kita renungkan.

Setelah terjadinya gempa di Padang dan Jambi, bersliweran pesan-pesan via SMS ataupun jejaring sosial facebook, bahkan juga di blog-blog dan situs, upaya pengaitan waktu terjadinya gempa dengan ayat-ayat al-Qur’an. Meskipun berbeda-beda redaksi, salah satu di antara pesan itu adalah sebagai berikut;

Continue reading ‘Tafsir “kebetulan” tentang Bencana Padang’

Wanita lebih Religius

SURVEI The Pew Forum on Religion & Public Life terhadap 35 ribu orang dewasa Amerika Serikat (AS) mengungkapkan perempuan lebih religius daripada laki-laki.
Hal itu mungkin disebabkan cara mendidik tradisional seorang ibu terhadap anak. Cara itu berbeda dengan kebiasaan laki-laki yang memiliki kecenderungan mengambil segala risiko.
Menurut survei tersebut, pada umumnya yang membuat perempuan menjadi lebih religius adalah dari cara didik ibu. Dalam pertumbuhan si anak, seorang ibu memiliki banyak waktu untuk memperhatikan dan ikut campur aktivitas keagamaan si anak. Di samping itu, seorang ibu memiliki waktu yang fleksibel yang dapat digunakan untuk berdoa setiap hari dan ke tempat ibadah. Perempuan juga lebih terbuka dalam membagi permasalahan pribadi.
Lantas, mengapa laki-laki kurang religius? Menurut The Journal for the Scientific Study of Religion, hal itu disebabkan laki-laki tumbuh dengan kemampuan yang kurang sensitif terhadap rangsangan perasaan. (Livescience.com)

Pasien Religius tidak Takut Vonis Mati

STUDI Dana-Farber Cancer Institute mengungkapkan pasien sakit kanker yang percaya pada agama dan hidup religius lebih menerima campur tangan medis untuk memperpanjang hidup mereka meski sudah divonis mati atas penyakitnya itu. Padahal hasil dari campur tangan itu kebanyakan membuat kualitas hidup pasien menjadi rendah dan membuat kematian menjadi hal yang menyakitkan.

“Mereka, yang mengatasinya dengan cara religius, memilih terapi medis karena mereka percaya bahwa Tuhan akan menggunakan terapi itu untuk penyembuhan dengan cara-Nya sendiri,” kata Andrea Phelps dari Dana-Farber Cancer Institute yang dipublikasikan dalam Jurnal Asosiasi Medis Amerika.

Continue reading ‘Pasien Religius tidak Takut Vonis Mati’

Tes Psikologi untuk Penganut Aliran Sesat dan Menyesatkan

Polisi akhirnya menetapkan pemimpin aliran Satria Piningit Weteng Buwono sebagai tersangka dalam kasus pencabulan terhadap para anggota aliran tersebut.

Penetapan tersangka terhadap Agus Imam Solihin dilakukan setelah Agus mejalani tes psikologi di Polres Jakarta Selatan, oleh psikolog dari Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Senin 2 Februari 2009 kemarin. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Zulkarnain mengatakan, setelah menjalani tes kejiwaan lebih dari tiga jam, Agus yang mengaku sebagai titisan mantan Presiden Soekarno, kondisi kejiwaannya sehat.
“Secara harfiah kondisi jiwanya sehat,” ujar Zulakarnain
Berdasarkan hasil tes psikologi itu, secara yuridis atau secara hukum Agus dinilai dapat mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukannya.
Mulai hari ini polisi mulai memroses kasusnya, baik masalah penistaan agama maupun tidakan pencabulan yang dilakukan oleh tersangka.

Aliran Satria Pingit pimpinan Agus Imam Solihin digerebek polisi pada Senin, 26 Januari 2009 di kawasan JalanĀ  Kebagusan 2, RT 10 RW 6, nomor 37, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Continue reading ‘Tes Psikologi untuk Penganut Aliran Sesat dan Menyesatkan’

Keshalehan beragama ampuh hadapi stress

Bila anda sering sujud, itu sama artinya anda sedang mentralisisr muatan-muatan ion berbahaya pada diri anda. Otak orang shaleh (bukan sok shaleh lho!) terpotret lebih tenang…..dan penuh misteri menakjubkan. Apakah itu otak anda?

Otak orang-orang yang relijius terbukti lebih tenang bila menghadapi situasi yang tidak pasti dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah saat mengalami kesalahan ketimbang orang-orang yang tidak mempercayai agama. Ini kesimpulan sebuah studi di Kanada yang mempelajari hubungan antara penganut agama dan aktivitas otak.

Continue reading ‘Keshalehan beragama ampuh hadapi stress’