Archive for the 'Psikologi Lintas Budaya' Category

Hebat atau Fiktif? 70 tahun berpuasa

Seorang Pria Tidak Makan dan Minum 70 Tahun


New Delhi: Seorang pria India yang sudah berusia 82 tahun mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun. kemampuan Prahlad Jani bertahan tanpa makanan dan minuman menarik perhatian Militer India untuk menelitinya.

Kini Prahlad Jani berada di ruang isolasi sebuah Rumah Sakit di Ahmedabad, Gurjarat dan diawasi ketat oleh tim dokter. Jani sudah berada di rumah sakit itu selama 6 hari tanpa makan dan minum, dan dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda Jani mengalami kelaparan dan dehidrasi.

Continue reading ‘Hebat atau Fiktif? 70 tahun berpuasa’

Nonton TV Sebabkan Serangan Jantung dan Kanker

Para penikmat televisi dan orang-orang yang terlalu banyak duduk, beresiko tinggi terkena serangan jantung dan kanker

Jika setiap hari menonton televisi, maka resiko kematian akibat terkena serangan jantung meningkat 1/5 kali. Begitu pula dengan aktivitas sendiri, seperti mengemudi dan duduk di depan komputer, beresiko besar terkena penyakit serius, demikian kesimpulan para peneliti Australia.

Continue reading ‘Nonton TV Sebabkan Serangan Jantung dan Kanker’

Kesetaraan Jender Ternyata Ciptakan Eksploitasi Terhadap Perempuan

Oleh Althaf pada Rabu 01 Juli 2009, 08:19 AM

JAYAPURA - Pemerhati Masalah Perempuan, Asri Supatmiati di Jayapura, Rabu (1/7) menyatakan, gagasan kesetaraan jender yang saat ini banyak diusung kaum feminis ternyata hanya menciptakan jalan untuk mengeksploitasi para perempuan.

“Para feminis ini menghendaki agar kaum perempuan diberi hak-hak yang setara dengan laki-laki dengan menghilangkan diskriminasi,” ujarnya.

Continue reading ‘Kesetaraan Jender Ternyata Ciptakan Eksploitasi Terhadap Perempuan’

Perubahan Hakiki Tidak Akan Pernah Terjadi Melalui Demokrasi

Bukti sejarah memperlihatkan bahwa perubahan mendasar tidak ada yang betrhasil melalui proses demokrasi. Semua perubahan–apalagi perubahan sistemik–selalu ditandai dengan kebangkitan berpikir oleh sekelompok intelektual. Membangun visi besar, melahirkan generasi pertama yang ideologis, dan akhirnya merealisasikannya melalui lompatan-lompatan besar gerakan. Itulah yang terjadi dengan Futuh Mekah, Revolusi Prancis, Revolusi Bolsevik, dan Revolusi Syiah Iran.

bahkan dalam tataran dalam negeri kita mengenal Revolusi Kemerdekaan, Peristiwa Orde Lama ke Orde Baru, dan Orde Baru kepada Orde Reformasi Liberal.Dari semua fakta sejarah demokrasi hanyalah tunggangan pasca revolusi, yang umumnya melahirkan para politikus kesiangan, pemimpin yang lahir dari kotak-kotak suara melalui rayuan dan tipuan atas nama mayoritas.

Continue reading ‘Perubahan Hakiki Tidak Akan Pernah Terjadi Melalui Demokrasi’

Ribuan Tentara AS Terkena Serangan Sakit Jiwa

New York - Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 300 ribu tentara Amerika yang ditugaskan dalam berbagai perang kini mengidap penyakit jiwa. Surat kabar New York Times kemarin (Selasa, 03/03) dalam laporannya menulis,

berdasarkan data Institute Rand, sekitar 320 ribu tentara Amerika mengalami masalah di otaknya. New York Times lantas mengkritik pemerintah Amerika yang tidak memiliki program di Irak dan Afganistan yang berpangruh pada kondisi ekonomi negara dan menulis, krisis ekonomi Amerika dan bangkrutnya bank-bank negara ini menyebabkan rakyat harus menurunkan tingkat kualitas kehidupan mereka, sementara Amerika masih asik membiayai miliaran dolar untuk perang Afganistan dan Irak.

Sekitar 300 ribu tentara Amerika Serikat (AS) yang kembali dari Irak dan Afghanistan, menderita gejala kelainan stres pasca-traumatik atau depresi, dan setengah dari mereka tidak mendapat perawatan, ungkap suatu studi independen, Kamis. Penelitian oleh RAND Corp. itu juga memperkirakan bahwa 320 ribu tentara lainnya kemungkinan mengalami cedera otak traumatik saat bertugas.

Continue reading ‘Ribuan Tentara AS Terkena Serangan Sakit Jiwa’

Penelitian tentang Musik Tiongkok

Musik masih menjadi kontroversi secara akademis. Penelitian semakin banyak dan beragam.  Sementara secara budaya, faktanya hampir semua budaya memiliki musik etnik yang khas sebagai bagian dari alat mencapai kebahagiaan. dan kualitas hidup. Agak berbeda dengan dunia Islam, ada komunitas yang mengharamkan musik sama sekali, sebagian mereka menganggapnya mubah tergantung isi musik dan setting kapan dan dimaan musik itu dipergunakan.

Sedangkan data-data ilmiah tidak sepenuhnya menjadi argumentasi, sebab peneltitian masih saja menyisakan peluang eror, meski kecil ukurannya Selama ribuan tahun music dikembangkan dan dipakai orang China untuk terapi kesehatan. Irama dan alam semesta adalah obat, katanya

Continue reading ‘Penelitian tentang Musik Tiongkok’

Ciuman Dosa dan Berpahala

Oleh: Ghefira Naziha Zahara

Makin banyak saja hasil penelitian perilaku berbasis pada ilmu multidisiplin menjelaskan fenomana yang unik. Salah satunya adalah masalah ciuman. Namun sebagaimana sifat dan karakter ilmuwan barat yang sok “Netral Moral”, maka mereka tidak pernah menjadikan disiplin agama sebagai bagian penting dari sudut pandang.

Mereka secara tidak sadar…atau bahkan sadar menyebarkan kerusakan berdasar dalih ilmu pengetahuan, yang objektif dan ilmiah. Jelas mereka adalah penghamba saintism, yang menjadikan ilmu sebagai pedoman hidup bahkan alat untuk menentukan benar salah.

Continue reading ‘Ciuman Dosa dan Berpahala’

Wahai Capres, Bercerminlah Pada Ahmadinejad.

Tanpa bermaksud menyebarkan paham syi’ah (yang diperdebatkan bahkan dinyatakan sesat oleh para ulama sunni salafushsholeh), ada yang dapat kita simak perbandingan antara tipe pemimpin borjuis dengan pemimpin prorakyat.

website swaramuslim, melansir berita ini:

Continue reading ‘Wahai Capres, Bercerminlah Pada Ahmadinejad.’

Inilah Negara “Democrazy” Ideal: Partai Seks pun boleh ada

Dalam waktu tak lama lagi, sebuah partai berbasis seks lahir di Australia.  Namanya Australian Sex Party (ASP) atau Partai Seks Australia. Dengan slogan “Kami serius tentang seks”,  partai politik baru ini akan memperjuangkan pornografi.

Selain memperjuangkan pornografi, partai ini juga akan barjuang melawan segala bentuk pembatasan sensor, menghapuskan filter internet yang pernah diusulkan pemerintah federal, mendukung pernikahan sejenis (gay) dan memperjuangankan kurikulum pendidikan seks nasional.

“Filter itu benar-benar langkah mundur dari apa yang telah kita capai,” ujar pendiri partai, Fiona Patten sebagaimana dikutip ABCNews  Senin (17/11).

Continue reading ‘Inilah Negara “Democrazy” Ideal: Partai Seks pun boleh ada’

Pornografi: disukai (syahwat) dan dibenci (akal sehat)

Gerakan moral untuk kebaikan masyarakat selalu dituduh Islamisasi. Penuduhnya tidak jauh-jauh, yaitu komunitas Islam phobia yang sejak tanggal 18 Agustus 1945 sampai saat ini tidak kenal lelah menentang setiap yang menguntungkan Ummat Islam. Semua ini hanyalah “parade perlawanan” yang dipertahankan dari generasi ke generasi. Wajah dan bentuknya bisa beda, tetapi esensinya sama.

 

Continue reading ‘Pornografi: disukai (syahwat) dan dibenci (akal sehat)’