Archive for the 'Psikologi Pendidikan' Category
January 25th, 2010 by yahdillah
Jika anak tak memahami proses terjadinya penyimpangan agama-agama di dunia, mereka akanmengalami kebingungan, mengapa hanya Islam diridhai Allah
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim
www.hidayatullah.com--Ada seorang kepala sekolah, kepada murid-muridnya selalu menunjukkan bahwa di dunia ini hanya ada satu agama. Hal yang sama juga dilakukan kepada anaknya sendiri. Setiap kali ada hari libur keagamaan non-Islam, sekolah tetap masuk dan guru tidak boleh menginformasikan yang sesungguhnya. Guru hanya boleh menginformasikan kepada murid dengan satu ungkapan: “hari libur nasional”. Apa pun liburnya! Sungguh, sebuah usaha yang serius!
Hasilnya, anak-anak tidak mengenal perbedaan semenjak awal. Dan inilah awal persoalan itu. Suatu ketika anaknya bertemu dengan anak rekannya yang non- Muslim. Begitu tahu anak itu bukan Muslim, anaknya segera bertindak agresif. Anaknya menyerang dengan kata-kata yang tidak patut sehingga anak rekannya menangis. Peristiwa ini menyebabkan ia merasa risau, apa betul sikap anaknya yang seperti itu.
Continue reading ‘Anak Harus Paham, Ada Agama Selain Islam’
January 20th, 2010 by yahdillah

(Foto: dailymail)
Virginia, Pakar pendidikan Inggris menyarankan agar siswa laki-laki dibiarkan berjalan-jalan selama di kelas. Laki-laki punya kemampuan belajar yang berbeda dari perempuan. Dengan membiarkannya berjalan, otak laki-laki akan lebih aktif dan menyala.
Hasil studi Abigail Norfleet James dari University of Virginia di sebuah sekolah khusus laki-laki ini menunjukkan bahwa siswa laki-laki akan belajar lebih baik saat melakukan sebuah aktivitas yang berdasarkan gerakan dan visual.
Continue reading ‘Siswa Pria Diusulkan Jalan-jalan di Kelas Biar Otaknya Aktif’
June 3rd, 2009 by yahdillah
Psikologi mengenal grafologi, yaitu ilmu perilaku yang fokus untuk memahami seseorang berdasarkan kebiasaannya dalam menulis. Tulisan merupakan sampel perilaku, bahkan sampel “buah” perilaku, yang disimbolkan dengan karakteristik tulisan seperti tebal tipis, lurus bengkok, halus kasar, tekanan mengambang, feminim maskulin, tajam tumpul, konsisten inkonsisten, kuat lemah, tinggi pendek, condong kiri kanan, tegak miring, terbuka tertutup, dan ritmik dan tidak ritmik. Semua indikasi tulisan “diyakini” oleh para grafolog memiliki trace kepribadian. Misalnya, secara awam saja kalau orang menulis acak-acakan, jorok, tajam-tajam…mugkin anda juga akan menduga bahwa orangnya demikian. Nah grafologi berbeda dengan ilmu rajah tangan,atau garis tangan. Meski akurasi grafologi untuk memprediksi kepribadian seringkali ditentukan oleh seberapa ahli interpreternya, tetapi secara umum orang sepakat bahwa hendaknya orang memiliki tulisan yang rapih, baik, dan enak dibaca. Nah banyak yang menjadikan grafologi juga sebagai terapi beberapa perilkau kepribadian. Jangan heran bila remaja yang sedang jatuh cinta biasanya juga mendadak berubah tulisannya. ya ……tidak salah anda perlu mendidik anak-anak memiliki tulisan yang “baik, enak dibaca, dan sesuai dengan EYD…”

Continue reading ‘Mengajari Anak Menulis Tangan Penting’
June 1st, 2009 by yahdillah
Masya Allah, sebuah agen perlindungan anak di Chita (timur Siberia) menemukan seorang bocah cilik perempuan yang tinggal dan dibesarkan oleh anjing-anjing dan kucing. Gadis cilik inipun berkomunikasi layaknya binatang disekitarnya, menurut penuturan polisi lokal.
Gadis itu ditemukan disebuah apartemen bobrok dimana orangtua dan kakek neneknya juga tinggal disitu, tapi mereka sama sekali tidak mengurusi bocah tersebut. Dia tidak diperbolehkan meninggalkan rumah, tidak diajari berbicara. Bocah inipun berkomunikasi layaknya anjing, yaitu dengan menggonggong, Astagfirullah.
Continue reading ‘Mungkinkah Manusia Diasuh Anjing?’
May 3rd, 2009 by yahdillah
Sebeaqnrnya agak aneh… anak usia dua tahun sudah diketahui IQ-nya. Meski dibawa kepadfa profesor pendidikan sekalipun, rasanya kurang ilmiah dech. Mungkin hanya dugaan, sebab memang belum ada laat ukur IQ yang validitas dan reliabilitasnya berstandar internasional. Mungkin ini hanya bualan sang manusia yang suka dibesar-besarkan dengan sebvutan “Guru Besar”. Sebab ilmuwan barat seringkali menunjukkan kedustaannya untuk memeproleh peringkat internasional. Tapi ntah alat ukur (psikotes) apa yang dipakai, jika benar ada…sungguh luar biasa, di usia dua tahun, bocah perempuan ini sudah menjadi anggota termuda di Mensa dengan perkiraan IQ rata-rata 156
Continue reading ‘Siapa Bocah Paling Jelius?’
March 19th, 2009 by yahdillah
Penelitian terbaru menunjukkan, pelajar wanita yang belajar bersama teman kelas sesama wanita jauh lebih cerdas dibanding bercampur pria
Kajian terbaru menunjukkan, lebih dari 700.000 orang pelajar perempuan di Inggris mendapati mereka yang belajar di sekolah perempuan lebih cerdas berbanding dengan pelajar di sekolah campuran (pria/wanita).
Continue reading ‘Penelitian: Pemisahan Kelas Laki-laki dan Perempuan’
February 23rd, 2009 by yahdillah
Metode Hanifida mengajarkan teknik menghafal cepat. Anak mampu menghafal Asmaul Husna, Alquran dan pelajaran di sekolah dalam waktu singkat.
Metode inovatif ini dikembangkan oleh pasangan Hanifuddin Mahadun dan
Kheirotul Idawati.
“Anak dapat menghafal apa pun dalam waktu cepat dan dapat menjawab setiap pertanyaan mengenai apa yang telah dihafalkan seperti komputer saja,” kata Hanif di Klub Guru Jabodetabek, Jalan Jatipadang Nomor 23, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2009).
Continue reading ‘Metode Baru Kembangkan Otak Anak’
October 2nd, 2008 by yahdillah
Penelitian menyimpulkan bahwa interaksi orang tua dengan bayi mereka pada tahun pertama kehidupannya dapat dipakai untuk memperkirakan masalah perilakunya di kemudian hari
Sebuah studi yang diikuti hampir 1.900 anak dari masa balita hingga usia 13 tahun, menemukan bahwa anak yang ibunya memberikan cukup banyak dorongan intelektual selama tahun pertama kehidupannya -membacakan sesuatu untuk mereka, mengajak mereka bicara, dan membawa mereka keluar rumah sepertinya tidak terlalu mempunyai masalah serius dalam perilakunya.
Pada saat yang sama, masalah perilaku-menyusahkan juga berkaitan dengan ukuran tertentu dari perangai anak selama masa pertumbuhannya -seperti betapa rewelnya mereka, atau apakah mereka secara umum bahagia atau memiliki mood yang berubah-ubah.
Continue reading ‘Perangai Bayi Menggambarkan Perilakunya Dikemudian Hari’